Bikin Ulah, Jemaah Ahmadiyah di Jakarta Diusir Warga

31/05/2021
95

الأكثر شهرة

بيان الأزهر الشريف في القاديانية

بيان الأزهر الشريف في القاديانية

.

29/05/2021
454
فتوى د. علي جمعة مفتي مصر

فتوى د. علي جمعة مفتي مصر

.

29/05/2021
342
إعلان النجاة من الاحمدية

إعلان النجاة من الاحمدية

.

29/05/2021
333
حكم الإعجاب بأراء القاديانية

حكم الإعجاب بأراء القاديانية

.

29/05/2021
306
إسم المؤلف : indonesian Portal

Jemaah Ahmadiyah di Bukti Duri Tebet Jakarta Selatan sedang melaksanakan shalat di tengah jalan (foto: tribunnews)

Jakarta (SI Online) – Geram dengan kegiatan jemaah Ahmadiyah yang menyalahi ajaran Islam, ratusan warga Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan mengusir seluruh anggota kelompok sesat tersebut di sebuah rumah di Jalan Bukit Duri Tanjakan Batu RT 02/08 Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/6/2015) siang.

Meski berada diluar rumah, jemaah Ahmadiyah tetap ngotot mengadakan kegiatannya. Disaat memasuki waktu salat Jum’at atau sekira pukul 12.00 WIB, jemaah Ahmadiyah yang terdiri dari 11 orang pria dan dua orang perempuan itu justru terlihat menggelar karpet hijau untuk melaksanakan salat Jum’at berjamaah di tengah jalan.

Aksi tersebut pun sontak menuai kemarahan dari warga setempat, mereka menuntut agar keberadaan kelompok meresahkan tersebut bisa segera diatasi.

Akhirnya, usai mereka melaksanakan Salat Jum’at di halaman markas jamaah Ahmadiyah, para pengikut nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad itu akhirnya digiring ke Mapolsek Tebet oleh petugas kepolisian yang datang ke lokasi.

Selama ini keberadaan jemaah Ahmadiyah membuat warga Bukit Duri resah, mereka menolak dan meminta aparat membubarkan aktivitas jamaah nabi palsu itu di kawasan mereka. Pasalnya, sebuah rumah yang dihuni oleh keluarga Diantono dijadikan markas Ahmadiyah untuk melakukan kegiatan keagamaan.

“Segala bentuk ibadah Ahmadiyah di Bukit Duri ini memang sudah lama kita tolak,” kata ulama setempat Ustaz Ahmad Syakir di lokasi kejadian.

Pihaknya sudah meminta Jamaah Ahmadiyah untuk ikut salat berjamaah di masjid terdekat. Namun, ajakan tersebut ditolak mentah-mentah dan mereka melaksanakan Salat Jumat di halaman rumah Diantono.

“Mereka masih ngeyel. Bahkan kita sudah mengajak dari dulu untuk salat di masjid, udah kita rangkul baik” katanya.

Sebagai pemuka agama, dia mengaku tidak ada satu pun warga Bukit Duri Tanjakan yang mengikuti aliran Ahmadiyah. Menurutnya, jamaah Ahmadiyah di wilayahnya merupakan warga pendatang. “Enggak ada orang Bukit Duri yang ikut Ahmadiyah,” tegasnya.

red: adhila

sumber: okezone/tribunnews

si online, Jumat, 12/06/2015 19:06:46

تم التطوير باستخدام نظام مداد كلاود لإدارة المحتوى الرقمي بلغات متعددة .